PTK, Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Gambar Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot
Penelitian Tindakan Kelas

Gambar : Kumpulan PTK
Peningkatan Hasil Belajar Materi Pelajaran Ketentuan-ketentuan Shalat Melalui Media Gambar Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul: “Peningkatan Hasil Belajar Materi Pelajaran Ketentuan-ketentuan Shalat Melalui Media Gambar Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot”.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat Melalui Media Gambar Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa Media Gambar dapat Meningkatkan Hasil Belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot..
Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan Media Gambar untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru lebih membuat Media gambar yang lebih menarik dan berIariasi.
Kata kunci: Hasil Belajar, Media gambar
BAB I PENDAHULUAN
-
- Latar Belakang Masalah
Manusia memerlukan pendidikan untuk menggerakkan dan mengembangkan potensi serta kemampuan dasar tersebut kepada pola yang dikendalikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang fundamental dalam pembangunan, karena kemajuan bangsa erat kaitannya dengan masalah pendidikan. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau bangsa Indonesia begitu besar perhatiannya terhadap masalah pendidikan, bahkan tujuannyapun semakin disempurnakan. Ini sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Secara garis besar, pendidikan sebagai suatu usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar menjadi manusia seutuhnya berjiwa Pancasila.Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional juga menyatakan sebagai berikut:
“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
Disamping itu, pendidikan juga merupakan suatu sarana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan.
Berdasarkan hasil ulangan harian yang dilakukan di Kelas IV SDN 3 Bentot, Kabupaten Barito Timur, diperoleh informasi bahwa hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat siswa rendah di bawah standar ketuntasan Minimal yaitu dibawah 70.
Faktor-faktor yang menyebabkan keadaan seperti di atas antara lain :
- Kemampuan kognitif siswa dalam pemahaman konsep – konsep Pendidikan Agama Islam masih rendah,
- Pembelajaran yang berlangsung cenderung masih monoton dan membosankan,
- Siswa tidak termotivasi untuk belajar Pendidikan Agama Islam dan menganggap Pendidikan Agama Islam hanya sebagai hafalan saja.
Dengan belajar secara menghapal membuat konsep – konsep Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah diterima menjadi mudah dilupakan. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh seorang guru. Guru dituntut lebih kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Dikembangkan, misal dalam pemilihan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran sebagai salah satu bentuk strategi pembelajaran. Kesiapan guru dalam memanajemen pembelajaran akan membawa dampak positif bagi siswa diantaranya hasil belajar siswa akan lebih baik dan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Materi Ketentuan-ketentuan Shalat adalah Media Gambar karena siswa dapat terlibat aktif karena memiliki peran dan tanggung jawab masing–masing, sehingga aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung meningkat.
Media Gambar merupakan suatu metode mengajar dengan membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia. Siswa diharapkan mampu mencari jawaban dan cara penyelesaian dari soal yang ada.
Berdasarkan uraian diatas, maka sebagai peneliti merasa penting melakukan penelitian terhadap masalah di atas. Oleh karena itu, upaya meningkatkan hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat siswa dilakukan penelitian Tindakan Kelas dengan judul: “Peningkatan Hasil Belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot “.
-
- Perumusan Masalah
Memperhatikan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan permsalahan sebagai berikut: “Bagaimanakah Media Gambar dapat meningkatkan hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat siswa Kelas IV SDN 3 Bentot?”
-
- Tujuan Penelitian
Meningkatkan hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat menggunakan Media Gambar siswa Kelas IV SDN 3 Bentot.
1.4 Manfaat Penelitian
Setelah penelitian selesai diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
- Bagi peneliti : penelitian ini dapat mempengaruhi pembelajaran, membantu untuk meningkatkan hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat siswa, memberikan alternative pembelajaran yang aktif, kreatif efektif, dan menyenangkan bagi siswa, serta meningkatkan mutu pembelajaran Materi Ketentuan-ketentuan Shalat.
- Bagi siswa : untuk meningkatkan pemahaman konsep Materi Ketentuan-ketentuan Shalat sehingga pelajaran Materi Ketentuan-ketentuan Shalat menjadi lebih sederhana.
- Bagi sekolah : penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
-
- Kajian Teori
- Pengertian Hasil Belajar
- Kajian Teori
Menurut Sudjana (2012: 46) pengertian hasil belajar adalah “kemampuan – kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia melaksanakan pengalaman belajarnya”.Bloom (dalam Sudjana, 2012: 53) membagi tiga ranah hasil belajar yaitu :
- Ranah Kognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
- Ranah Afektif
Berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, jawaban atau reaksi penilaian, organisasi, dan internalisasi.
- Ranah Psikomotorik
Berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemauan bertindak, ada enam aspek, yaitu: gerakan refleks, ketrampilan gerakan dasar, ketrampilan membedakan secara visual, ketrampilan dibidang fisik, ketrampilan komplek dan komunikasi.
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua factor utama yaitu:
- Faktor dari dalam diri siswa, meliputi kemampuan yang dimilikinya,
motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.
- Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran.
Hasil belajar yang dicapai menurut Nana Sudjana, melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukan dengan ciri – ciri sebagai berikut.
- Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar
intrinsic pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi rendah
dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau
setidaknya mempertahankanya apa yang telah dicapai.
- Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya.
- Hasil belajar yang dicaPendidikan Agama Islam bermakna bagi dirinya, seperti akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya.
- Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau wawasan, ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan atau prilaku.
- Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicaPendidikan Agama Islamnya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya.
Oleh karena itu, guru diharapkan dapat mencapai hasil belajar,
Setelah melaksanakan proses belajar mengajar yang optimal sesuai
dengan ciri-ciri tersebut di atas.
-
-
- Media Pembelajaran
-
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran.
Menurut Briggs (dalam Ruston, 2007) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/ materi pembelajaran seperti: buku, film, video, gambar dan sebagainya. National Education Associaton dalam Sonjaya (2011) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
2. Jenis Media Pembelajaran
Dalam www.belajarpsikologi.com (2016) disebutkan ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya:
- Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, gambar, poster, kartun, komik
- Media Audio : radio, tape recorder, dan sejenisnya
- Projected still media : slide, over head projektor (OHP), dan sejenisnya
- Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar tetapi ternyata keberhasilan dalam menggunakan media pada proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran maka tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
3. Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa tujuan dalam menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
- mempermudah proses belajar-mengajar
- meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
- membantu konsentrasi siswa
- membangkitkan semangat siswa untuk belajar
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Menurut Marso (dalam Ruston, 2007), apabila sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.
4. Media Gambar Sebagai Pendukung Proses Pembelajaran
Media gambar adalah media yang dipergunakan untuk memvisualisasikan atau menyalurkan pesan dari sumber ke penerima. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam komunikasi visual, di samping itu media gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Kedudukan media gambar dalam proses belajar mengajar tidak berdiri sendiri. Media gambar dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran agar materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Menurut Sadiman dalam www.sekolahdasar.net (2012) mengemukakan ada tiga tahap yang harus diikuti dalam pemanfaatan media gambar yaitu:
- Tahap persiapan tahap awal sebelum media gambar dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
- Tahap pelaksanaan yaitu tahap pemanfaatan gambar di dalam kelas yang meliputi cara memperhatikan gambar bagaimana agar seluruh siswa dapat melihat gambit tersebut dengan maksimal merata. Setiap gambar harus rnempunyai tujuan tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Jumlah gambar yang akan diperlihatkan kepada siswa harus dibatasi yaitu dengan memperhatikan satu persatu sesuai dengan materi yang dijelaskan.
- Tahap tindak lanjut untuk mengetahui keberihasilan proses pembelajaran, yaitu dengan mengadakan evaluasi dan pemberian tugas-tugas rumah.
Selain tiga tahap pemanfaatan penggunaan media seperti yang dijelaskan tersebut, Sadiman juga mengungkapkan syarat pemanfaatan media gambar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Syarat tersebut antara lain:
- Gambar harus autentik. Gambar menunjukkan situasi yang sebenarnya, seperti melihat keadaan atau benda yang sesungguhny
- Ukuran gambar relative.
- Kesederhanaan. Gambar itu sederhana dalam warna, menimbulkan kesan tertentu, mempunyai nilai estetis secara murni dan mengandung nilai praktis. Jangan sampai peserta didik menjadi bingung dan tidak tertarik pada gambar.
- Perbuatan. Gambar hendaknya sedang melakukan perbuatan. Siswa akan lebih tertarik dan akan lebih memahami gambar-gambar yang sedang bergerak.
- Gambar hendaklah Artistik. Segi artistik pada umumnya dapat mempengaruhi nilai gambar. Penggunaan gambar tentu saja disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu gambar haruslah jujur disesuaikan keadaan sebenarnya, sehingga tidak membingungkan siswa dalam mengubah pandangan yang abstrak kedalam pandangan yang konkrit.
- Menggunakan Gambar Dalam Kelas
Penggunaan gambar secara efektif disesuaikan dengan tingkatan anak, baik dalam hal besarnya gambar, detail, warna dan latar belakang untuk penafsiran. Dijadikan alat untuk pengalaman kreatif, memperkaya fakta, dan memperbaiki kekurang jelasan. Akan tetapi gambar juga bisa menjadi tidak efektif, apabila terlalu sering digunakan. Gambar sebaiknya disusun menurut urutan tertentu dan dihubungkan dengan materi pembelajaran yang sesuai.
Gambar dapat digunakan untuk suatu tujuan tertentu seperti pengajaran yang dapat memberikan pengalaman dasar. Mempelajari gambar sendiri dalam kegiatan pengajaran dapat dilakukan dengan cara, menyusun cerita berdasarkan gambar, mencari gambar-gambar yang lama, atau menggunakan gambar untuk mendemonstrasikan suatu obyek.
Pengajaran dalam kelas dengan gambar sedapat mungkin penyajiannya efektif. Gambar-gambar yang digunakan merupakan gambar yang terpilih, besar, dapat dilihat oleh semua peserta didik, bisa ditempel, digantung atau diproyeksikan. Display gambar-gambar dapat ditempel pada papan buletin, menjadikan ruangan menarik, memotivasi siswa, meningkatkan minat, perhatian, dan menambah pengetahuan siswa.
- Kelebihan Media Gambar
Beberapa kelebihan dari penggunaan media gambar antara lain:
- Sifatnya konkrit. Gambar/ foto lebih realistic menunjukkan pokok masalah dibanding dengan media verbal semata.
- Gambar dapat mengatasi masalah batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa, anak-anak dibawa ke objek tersebut. Untuk itu gambar atau foto dapat mengatasinya. Air terjun niagara atau danau toba dapat disajikan ke kelas lewat gambar atau foto. Peristiwa-peristiwa yang terjtdi di masa lampau, kemarin atau bahkan menit yang lalu kadang kadang tak dapat dilihat seperti apa adanya. Gambar atau foto sangat bermanfaat dalam hal ini.
- Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar.
- Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia beberapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan ke salahpahaman.
- Murah harganya, mudah didapat, mudah digunakan, tanpa memerlukan peralatan yang khusus.
-
- Ketentuan-ketentuan Shalat
-
Salat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Pada bab ini kita akan belajar mengenai ketentuan-ketentuan salat. Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan memahami ketentuanketentuan salat tersebut. Dengan demikian, kalian dapat melaksanakan salat dengan benar.
Sudah kamu pahami sebelumnya, bahwa salat merupakan sebuah kewajiban yang harus kita lakukan. Tahukah kamu apakah yang dinamakan salat itu? Secara bahasa, salat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti doa. Sementara itu, menurut istilah, salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam.
Salat adalah suatu ibadah yang terdiri atas perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul Ihram dan disudahi dengan salam disertai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah Saw. sebagai figur pengejawantahan perintah Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda, "Salatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian Iihat aku inernpraktikkannya." (HR Bukhari-Muslim).
- Rukun-rukun salat
Rukun bisa juga disebut fardu. Rukun atau fardu adalah sesuatu yang harus ada pada suatu pekerjaan/amal ibadah dalam waktu pelaksanaan suatu pekerjaan/amal ibadah tersebut. Salat itu mempunyai rukun. Apabila tidak dipenuhi, salatnya tidak akan sah. Nah, apa saja rukun salat itu? Berikut ini adalah hal yang termasuk rukun salat.
- Niat
Niat dapat diartikan sebagai maksud atau tujuan suatu perbuatan. Niat yaitu menyengaja untuk mengerjakan salat karena Allah Swt. Niat ini dilakukan oleh hati dan dapat pula dilafazkan dalam rangka membantu untuk meyakinkan hati.
- Takbiratul lhram
Takbiratul Ihram adalah takbir yang pertama kali diucapkan oleh orang yang mengerjakan salat sebagai tanda mulai mengerjakan salat. Takbiratul ihram diucapkan dengan lafaz (ucapan):
?????? ????????
- Berdiri bagi yang sanggup.
- Membaca surah al-fatihah
Bagi orangyangsalat munfarid ia wajib membaca surah Al-F5tihah secara sempurna setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah pada rakaat pertama. Pada rakaat berikutnya wajib dibaca secara sempurna. Jika ia menjadi makmum, ketika imam membaca Al-F5tihah secara keras (pada salat Magrib, Isya, dan Subuh) makmum tidak boleh membaca apapun dan ia harus mendengarkan bacaan imam tersebut. Ketika imam membaca surah atau ayat, maka pada waktu itulah makmum membaca Al-F5tihah dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
Membaca AL-Fatihah wajib pada setiap rakaat salat fardu dan salat sunnah; Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.
????? ???? ?? ????? ????? ????? ???????? ?????????: ??? ??????? ?????? ??????????????????????????????
(???? ????? ??)
Artinya:
"Rasulullah Saw. bersabda: Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca surah AI-Fatil)ah." (HR. Ai-Bukfiari)
- Ruku` dengan thuma'ninah
Maksudnya adalah membungkukkan badan hingga punggung menjadi sama datar dengan leher. Kedua tangannya memegang lutut dalam keadaan jari terkembang dengan tenang. Keadaan ini dilakukan secara sempurna yaitu betulbetul menunduk sampai datar/lurus antara tulang punggung dengan lehernya (90 derajat) serta meletakan dua telapak tangan kelutut.
- I'tidal dengan thuma'ninah; artinya berdiri lurus seperti saat ri embaca Al-Fatihah.
- Sujud dua kali dengan thuma'ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah.
- Duduk dengan tumaninah serta membaca tasyahhud akhir dan salawat nabi;
Adapun bacaan tasyahhud akhir adalah sebagai berikut.
?????????????? ???????? ?? ??? ?? ????????? ??? ??????????? ?? ??????? ???????? ?? ???????? ??????? ????????? ?????????? ????? ?????? ??? ???? ???????? ?? ????????? ??????? ????? ?? ????? ?????? ????????? ???????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ?????????? ????? ?????????? ??????? ?? ????? ?????????? ????? ????? ????????? ??????? ???? ????????? ????? ???????? ????? ???????????? ??????? ???? ?????? ?????? ???? ???? ??????? ????????? ??????? ???? ????????? ????? ??? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ????? ?????? ?????? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ????????
"Segala penghormatan, shalawat dan kalimat yang balk bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah dianugerahkan kep,?Vamu wahai Nabi. Semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan hambahamba yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya." (HR. An-Nasai, Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi dengan sanad sahih)
- Membaca salam;
- Tertib
Tertib merupakan suatu perbuatan melakukan rukun-rukun salat secara berurutan. Jika seseorang sedang salat, janganlah seseorang membaca surah Al-F5tihah sebelum takbiratul ihram danjanganlah is sujud sebelum ruku. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam:
??? ?? ?????? ?? ????? ????? ????? ???????? ????????? : ???????? ????? ???????????? ???? ?????????
(???? ????? ??)
Artinya:
"Rasulullah Saw. bersabda: Salatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat." (HR. AI-Bukhari)
Apabila seseorang menyalahi urutan rukun salatsebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, batallah salatnya.
- Sunnah-sunnah salat
Salat mempunyai beberapa sunnah yang dianjurkan untuk kita kerjakan sehingga menambah pahala kita menjadi banyak. Apa saja sunnah-sunnah ketika mengerjakan salat itu? Yuk, kita pahami bersama-sama.
Sunnat -sunnah salat terbagi dua, yaitu sunnah ab'adh dan sunnah haiat.
- Sunnah ab'adh, yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/tidak dikerjakan maka hares diganti dengan sujud sahwi. Sunnah ab'adh ada 6 macam :
- Duduk tasyahhud awal.
- Membaca tasyahhud awal.
- Membaca do'a qunut pada waktu salat subuh dan pada akhir salat witir setelah pertengahan ramadan.
- Berdiri ketika membaca do'a qunut.
- Membaca salawat kepada Nabi pada tasyahhud awal.
- Membaca salawat kepada keluarga Nabi pada tasyahhud akhir.
- Sunnah haiat yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/tidak dikerjakan tidak disunnahkan diganti dengan sujud sahwi. Yang termasuk sunnah haiat adalah sebagai berikut.
- Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram sampai sejajartirT& ujungjari dengan telinga atau telapak tangan sejajar dengan bahu. Kedua telapak tangan terbuka/terkembangdan dihadapkan ke kiblat.
- Bersedekap.
- Mengarahkan kedua mata ke arah tempat sujud.
- Membaca do'a iftitah
- Diam sebentar sebelum membaca surah Al-F5tihah.
- Membaca ta'awuz sebelum membaca surah A[-Fatihah. "Apabiia Isamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan Kepada allah dari setan yang terkutuk “(Qs.An-Nah/16:98)
- Membaca "amin" setelah selesai membaca A[-Fatihah.
- Membaca surah atau beberapa ayatsetelah membaca Al-F5tihah bagi imam maupun bagi yang salat munfarid pada rakaat pertama dan kedua, balk salat fardu maupun salat sunnah.
- Membaca tasbih ketika ruku', yaitu "subh5na robbiyal 'azlmi", sebagian ulama ada yang menambahkan dengan lafaz "wabihamdih".
- Duduk iftirasy (bersimpuh) pada semua duduk dalam salat kecuali pada duduk tasyahhud akhir. Cara duduk iftirasy adalah duduk di atas telapak kaki kiri, dan jari-jari kaki kanan dipanjatkan ke lantai.
- Membaca do'a ketika duduk di antara dua sujud.
- Membaca doa pada tasyahhud akhir yaitu setelah membaca tasyahhud dan salawat.
- Mengucapkan salam yang kedua dan menengok ke kanan pada salam yang pertama dan menengok ke kiri pada salam yang kedua.
- Syarat-syarat sah Salat
Syarat sah salat yaitu hal yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan salat. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah salatnya. Syarat4yarattersebutacialah sebagai berikut.
- Masuk waktu salat
Salat tidak wajib dilaksanakan terkecuali apabila sudah masuk waktunya, dan tidak sah hukumnya salat yang dilaksanakan sebelum masuk waktunya. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt. Q.S An-Nisa' ayat 103.
????? ??????? ?? ?????? ????? ??????????????? ??????? ????????????
Artinya:
Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa'/4:103)
- Suci dari hadas besar dan hadas kecil
Hadas kecil ialah tidak dalam keadaan berwudu dan hadas besar adalah belum mandi dari junub. Dalil hal tersebut terdapat dalam firman Allah Swt. Q.S. Al-M5idah ayat 6.
???? ?????????? ?????? ???? ????????????? ???????? ???????????? ??? ????????? ???????????? ???????? ?????? ????? ???????? ???? ???????????? ?????????????? ?????????????? ????? ??????????? ?? ?????? ???????? ??????? ??? ??????????? ??
artinya:
wahai orang-orang yang beriman Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah waJahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulahlah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah " (Q.S. Al-Ma'idah/5: 6)
Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam
??? ?? ?????? ?? ????? ????? ????? ???????? ????????? : ??? ???????? ????? ????? ?? ?????? ???? ??????????? ?? ?????? ?????? ????? (???? ????? ?? ?????)
Artinya:
"Rasulullah Saw. bersabda: Allah tidak akan menerima salat seseorang di antara kamuapabila is berhadassehingga is berwudu. (HR. Bukhori Muslim)
- Suci badan, pakaian dan tempat salat dari najis
Adapun dalil tentang harusnya suci pakaian, yaitu firman Allah Subhanalwa Ta'ala
???????? ???? ?????????
Artinya:
”dan bersihkanlah pakaianmu." (Q.S. Al-MuddaSsir/74:4)
- Menutup aurat ,Aurat harus ditutup rapat rapat dengan sesuatu yang dapat meng halangi terlihatnya wams kulit. Hal in berdasarkan firman Allah Swt.
???????? ?? ???? ???? ??????????????? ?????? ????? ????????
Artinya:
" Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pads setiap (t-nemasuki) masjid" (Q.S. Al-A'ra,'/ 7:31)
- Menghadap kiblat
Orang yang mengerja ka n salat wajib menghadap kiblatyaitu menghadap ke arah Masjidil Karam. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt..
???? ???? ? ????????? ???????? ??? ?????????? ? ?????????????????? ???????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ?????? ??????????? ????????? ?? ???????? ??? ???????? ??????????????? ?????? ???????? ??
Artinya:
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadap kelangit maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yang senang engkau senangi. maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu, "(Q.S. Al-Baqarah/I 2:144)
- Syaratrat Wajib Salat
Selain syarat syah salat, ada juga syarat wajib salat. Syarat wajib salat ini juga sangat penting. Apa saja syarat wajib salat itu?Adapun syarat wajib salat adalah sebagai berikut.
- Islam
- Baligh
- Berakal "Telah diangkat pena itu dari tiga perkara, yaitu dari anak-anak sehingga ia dewasa Ibaligh', dari rang tidur sehingga ia bangun dan dari brang gila sehingga ia sehat kemb,9U." (HR. Abu Daud dan Ihnu Majah).
- Suci dari haid dan nifas.
- Mumayyiz. Mumayyiz artinya seorang yang telah dapat membedakan antara yang balk dan buruk, halal dan haram.
- Hal-hal yang membatalkan salat
Selain harus mengetahui rukun, syarat syah salat, syarat wajib salat, dan sunah salat, kamu juga harus memahami hal yang membatalkan salat. Alfa saja hal yang dapat membatalkan salat itu? Berikut ini adalah hal yang dapat membatalkan salat.
- Makan dan minuet dengan sengaja.
- Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan salat.
- Meninggalkan salah satu rukun salat atau syarat salat yangtelah disebutkan di muka, apabila hal itu tidak ia ganti/sempurnakan di tengah pelaksanaan salat atau sesudah selesai salat beberapa saat.
- Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah. Adapun gerakan yang sekadarhya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan salat.
- Tertawa sampai terbahak-bahak. Para ulama sepakat mengenai batalnya salat yang disebabkan tertawa seperti itu. Adapun tersenyum, maka kebanyakan ulama menganggap bahwa hal itu tidaklah: merusak salat seseorang.
- tidak berurutan dalam pelaksanaan salat, seperti mengerjakan salat Isya sebelum mengerjakan salat Magrib, maka salat Isya itu batal sehingga dia salat Magrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan salat-salat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan salat itu.
- Kelupaan yang fatal, seperti menambah salat menjadi dua kali lipat, umpamanya salat Isya delapan rakaat, karena perbuata ' n tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa is tidak khusyuk yang mana hal ini merupakan ruhnya salat.
BAB III METODE PENELITIAN
-
- Seting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN 3 Bentot Kabupaten Barito Timur Propinsi Kalimantan Tengah, yang berada di luar kota sekitar 40 km dari kota Kabupaten. SDN 3 Bentot Kabupaten Barito Timur Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai fasilitas yang tidak lengkap dengan adanya Perpustakaan yang kurang memadahi dan lain-lain. Dengan jumlah guru sebanyak 12 orang terdiri dari 6 guru laki-laki, 6 guru perempuan, dan 1 penjaga sekolah.
-
- Objek Penelitian
Objek Penelitian ini adalah Siswa Kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 10 (sepuluh), yang terdiri dari 3 (tiga) siswa laki – laki dan 7 (tujuh) siswa perempuan SDN 3 Bentot, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
-
- Prosedur Penelitian
Waktu Penelitian Tindakan Kelas IVni dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan September sampai dengan Nopember 2016. Penelitian ini pada materi Materi Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural diajarkan.Penelitian ini direncanakan sebanyak 2 siklus masing – masing siklus 1 kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan Siklus.
- Siklus I
Pada siklus ini membahas subkonsep materi Materi Ketentuan-ketentuan Shalat.
- Tahap Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan persiapan–persiapan untuk melakukan perencanaan tindakan dengan membuat silabus, rencana pembelajaran, lembar observasi guru dan siswa, lembar kerja siswa, dan membuat alat evaluasi berbentuk tes tertulis dengan model pilihan ganda.
- Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini dilakukan :
- Siswa diminta untuk mempersiapkan diri di rumah dengan memberi tugas membaca bahan ajar sehingga siswa memiliki kesiapan belajar.
- Guru menjelaskan materi Materi Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural secara klasikal.
- Pengorganisasian siswa yaitu dengan membentuk 2 kelompok, masing–masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa, kemudian LKS dan siswa diminta untuk mempelajari LKS.
- Dalam kegiatan pembelajaran secara umum siswa melakukan kegiatan sesuai dengan langkah–langkah kegiatan yang tertera dalam LKS, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, dan menjawab soal – soal. Dalam bekerja kelompok siswa saling membantu dan berbagi tugas. Setiap anggota bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
- Tahap Observasi
Pada tahapan ini dilakukan observasi pelaksanaan tindakan, aspek yang diamati adalah keaktifan siswa dan guru dalam proses pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas dan respon siswa serta guru. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa diperoleh dari tes hasil belajar siswa.
- Tahap Refleksi
Pada tahap ini dilakukan evaluasi proses pembelajaran pada siklus I dan menjadi pertimbangan untuk merencanakan siklus berikutnya. Pertimbangan yang dilakukan bila dijumpai satu komponen dibawah ini belum terpenuhi, yaitu sebagai berikut :
- Siswa mencapai ketuntasan individual ≥ 70 %.
- Ketuntasan klasikal jika ≥ 85% dari seluruh siswa mencapai ketuntasan individual yang diambil dari tes hasil belajar siswa.
- Siklus II
Hasil refleksi dan analisis data pada siklus I digunakan untuk acuan dalam merencanakan siklus II dengan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pada siklus I. Tahapan yang dilalui sama seperti pada tahap siklus I.
-
- Teknik Pengumpulan Data
Ada beberapa teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam PTK ini yaitu :
-
- Observasi dilakukan oleh guru yang bersangkutan dan seorang
kolaborator untuk merekam perilaku, aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi.
b. Tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
Instrumen yang digunakan pada Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari:
- Lembar Test / ulangan harian untuk mengetahui hasil belajar siswa.
- Lembar observasi siswa untuk mengetahui tingkat motivasi siswa.
- Lembar observasi Guru untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Guru.
-
- Teknik Analisa Data
Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara Deskriptif, seperti berikut ini :
1. Data tes hasil hasil belajar digunakan untuk mengetahui ketuntasan
Belajar siswa atau tingkat keberhasilan belajar pada materi Materi Ketentuan-ketentuan Shalat dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif tipe Media Gambar. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara individual jika siswa tersebut mampu mencapai nilai 70.
Ketuntasan klasikal jika siswa yang memperoleh nilai 70 ini jumlahnya sekitar 85% dari seluruh jumlah siswa dan masing – masing di hitung dengan rumus,menurut Arikunto (2012:24) sebagai berikut:
P=FN x 100%
Dimana : P = Prosentase
F = frekuensi tiap aktifitas
N = Jumlah seluruh aktifitas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Deskripsi kondisi Awal
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Metode Pembelajaran Ceramah pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa. Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.
-
- Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada hari Senin 9 september 2016 dari pukul 07.00 s.d 08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti adalah 40 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.
Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan mengecek kehadiran siswa, (2) melakukan icebreaking berupa menyanyi, (3) menggali pengetahuan siswa dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan selanjutnya. Kegiatan icebreaking yang dilakukan guru.
Melalui kegiatan inti mendesain kegiatan agar siswa dapat mengalami proses menemukan, menamai dan mempresentasikan. Untuk dapat menemukan berkaitan dengan ceramah, pertama-tama guru membagi siswa dalam 2 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa.
Guru menjelaskan terlebih dahulu tentang tugas siswa, sebelum penugasan dilakukan sehingga siswa tidak menjadi bingung. Selain itu, selama diskusi berlangsung guru berkeliling kelompok untuk mengawasi siswa bekerja sambil sesekali mengomentari hasil kerja siswa. Perwakilan setiap kelompok kemudian membacakan hasil diskusi kelompok. Siswa dari kelompok lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban kelompok yang sedang presentasi. Jika terdapat kekeliruan, guru terlebih dahulu meminta sesama siswa yang melakukan perbaikan.Siswa yang hasil temuan kelompok yang benar dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan pujian dari guru sedangkan siswa yang belum melakukan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.
Kegiatan akhir antara lain: (1) melakukan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan strategi ceramah, (2) siswa melakukan kilas balik tentang pembelajaran yang baru dilakukan dan (3) siswa dan guru merayakan keberhasilan belajar dengan bertepuk tangan gembira.
-
- Observasi
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot ada peningkatan dalam Kegiatan Pembelajaran pada kondisi awal setelah dilakukan penerapan model pembelajaran menggunakan ceramah. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Pembelajaran meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses Kegiatan Pembelajaran berlangsung. Dengan adanya masalah yang terjadi pada kondisi awal, maka kami bersama pengamat merefleksikan masalah tersebut agar mampu diperbaiki pada siklus I dengan harapan semua siswa mampu meningkatkan hasil belajarnya.
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot dalam kegiatan belajar mengajar Ilmu Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada kondisi awal. Hasil belajar siswa pada kondisi awal dengan penerapan Media Gambar dengan jumlah 10 terdapat 5 siswa atau 50 % yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 5 Siswa atau 50,0% yang tidak tuntas. Data dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.
Tabel.1 hasil ulangan harian kondisi awal
No. |
Nama Siswa |
|||
Ketentuan-ketentuan Shalat |
||||
kondisi awal |
Tuntas |
Tidak Tuntas |
||
1 |
Fathul Jannah |
70 |
V |
|
2 |
Nadia |
50 |
|
V |
3 |
Nia Rahmadani |
65 |
|
V |
4 |
Norsarihat |
50 |
|
V |
5 |
Norlaila |
65 |
|
V |
6 |
Tiara Norfitasari |
70 |
V |
|
7 |
Taufik Norhidayat |
70 |
V |
|
8 |
Rian Hidayat |
65 |
|
V |
9 |
Hatnawati |
70 |
V |
|
10 |
Dimas Adi Baskoro |
75 |
V |
|
|
Jumlah |
650 |
|
|
|
Rata-rata |
65 |
|
|
|
Ketuntasan klasikal |
50% |
|
Belum tuntas |
-
- Refleksi
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada materi Materi Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural dengan menerapkan Media Gambar ternyata hasil yang didapat nilai rata-rata sebesar 65 dan secara klasikal sebesar 50,0%. Hal ini masih jauh dari harapan. Oleh karena itu refleksi yang dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada materi Materi Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural.
Pada kondisi awal terdapat kekurangan pemahaman siswa pada materi bahan Materi Ketentuan-ketentuan Shalat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian LKS sehingga ada bagian tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, siswa banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekolompoknya. Ketiga, diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.
Dari temuan kekurangan tersebut maka peneliti membuat strategi baru untuk mengurangi penyebab kekuangan pemahaman siswa tersebut di atas, selanjutnyaakan diterapkan pada siklus I. Untuk masalah yang pertama peneliti menugaskan tiga orang siswa pada setiap kelompok untuk menulis hasil kegiatan agar semua LKS terisi semua. Dengan cara demikian maka data yang terkumpul menjadi lengkap sehingga siswa lebih memahami materi pengelompokan baru, agar mengurangi siswa yang saling bermain dengan temannya. Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memberikan penjelasan lebih detail tentang Materi Ketentuan-ketentuan Shalat khususnya untuk pertanyaan yang sulit atau tidak mampu dijawab oleh kelompok dalam diskusi. Disamping itu untuk masalah yang ketiga ini penjelasannya dibantu oleh pengamat.
4.1.2 Deskripsi hasil siklus 1
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Metode Pembelajaran Tipe Media Gambar dengan Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa. Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.
-
- Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Senin 23 September 2016 dari pukul 07.00 s.d 08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti adalah 40 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.
Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan mengecek kehadiran siswa, (2) melakukan icebreaking berupa menyanyi, (3) menggali pengetahuan siswa dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan selanjutnya. Kegiatan icebreaking yang dilakukan guru.
Melalui kegiatan inti mendesain kegiatan agar siswa dapat mengalami proses menemukan, menamai dan mempresentasikan. Untuk dapat menemukan berkaitan dengan Media Gambar, pertama-tama guru membagi siswa dalam 3 kelompok dan setiapkelompok terdiri dari 3-4 orang siswa.
Guru menjelaskan terlebih dahulu tentang tugas siswa, sebelum penugasan dilakukan sehingga siswa tidak menjadi bingung. Selain itu, selama diskusi berlangsung guru berkeliling kelompok untuk mengawasi siswa bekerja sambil sesekali mengomentari hasil kerja siswa. Perwakilan setiap kelompok kemudian membacakan hasil diskusi kelompok. Siswa dari kelompok lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban kelompok yang sedang presentasi. Jika terdapat kekeliruan, guru terlebih dahulu meminta sesama siswa yang melakukan perbaikan.Siswa yang hasil temuan kelompok yang benar dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan pujian dari guru sedangkan siswa yang belum melakukan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.
Kegiatan akhir siklus I antara lain: (1) melakukan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan Media Gambar, (2) siswa melakukan kilas balik tentang pembelajaran yang baru dilakukan dan (3) siswa dan guru merayakan keberhasilan belajar dengan bertepuk tangan gembira.
-
- Observasi
- Hasil Belajar Siswa
- Observasi
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot ada peningkatan dalam Kegiatan Pembelajaran pada siklus 1 setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Pembelajaran meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses Kegiatan Pembelajaran berlangsung. Dengan adanya masalah yang terjadi pada siklus I, maka kami bersama pengamat merefleksikan masalah tersebut agar mampu diperbaiki pada siklus II dengan harapan semua siswa mampu meningkatkan hasil belajarnya.
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada siklus I. Hasil belajar siswa pada siklus I dengan penerapan model pembelajaran menggunakan Media Gambar dengan jumlah siswa 10 orang, terdapat 7 siswa atau 70,0% yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 3 Siswa atau 30,0% yang tidak tuntas. Data dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.
Tabel.2 hasil ulangan harian siklus I
No. |
Nama Siswa |
|||
Ketentuan-ketentuan Shalat |
||||
Siklus I |
Tuntas |
Tidak Tuntas |
||
1 |
Fathul Jannah |
80 |
V |
|
2 |
Nadia |
60 |
|
V |
3 |
Nia Rahmadani |
70 |
V |
|
4 |
Norsarihat |
50 |
|
V |
5 |
Norlaila |
70 |
V |
|
6 |
Tiara Norfitasari |
70 |
V |
|
7 |
Taufik Norhidayat |
75 |
V |
|
8 |
Rian Hidayat |
65 |
|
V |
9 |
Hatnawati |
75 |
V |
|
10 |
Dimas Adi Baskoro |
85 |
V |
|
Jumlah |
700 |
|
|
|
Rata- Rata |
70,0 |
|
|
|
Klasikal |
70% |
|
|
-
-
- Aktifitas Siswa
-
Hasil penelitian pengamat terhadap aktivitas siswa selama kegiatan belajar yang menerapkan model Media Gambar pada Materi Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural pada siklus 1 adalah rata–rata 3,04 berarti termasuk kategori baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Untuk mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang mereka jalani dengan menggunakan Media Gambar digunakan angket yang diberikan kepada siswa setelah seluruh proses pembelajaran selesai. Hasil angket respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar, ditunjukan pada tabel 3 di bawah ini yang merupakan rangkuman hasil angket tentang tanggapan 10 siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar yang diterapkan selama kegiatan pembelajaran Materi Ketentuan-ketentuan Shalat, siswa secara umum memberikan tanggapan yang positif selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan senang, siswa juga merasa senang dengan LKS yang digunakan, suasana kelas, maupun cara penyajian materi oleh guru, dan model pembelajaran yang baru mereka terima, selama kegiatan pembelajaran berlangsung siswa juga merasa senang karena bisa mmenyatakan pendapat, dan siswa merasa memperoleh manfaat dengan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar.
Tabel 3 Respons siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe
Media Gambar
No. |
Uraian |
Tanggapan Siswa |
|||
Senang |
Tidak Senang |
||||
F |
% |
F |
% |
||
1. |
Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti kegiatan pembelajaran ini ? |
8 |
80 |
2 |
20 |
|
|
Senang |
Tidak Senang |
||
|
|
F |
% |
F |
% |
2. |
Bagaimana perasaan kamu terhadap :
|
10 8 9 10 |
100 80 90 100 |
0 2 1 0 |
0 20 10 0 |
|
|
Mudah |
Sulit |
||
|
|
F |
% |
F |
% |
3. |
Bagaimana pendapat kamu Mengikuti pembelajaran ini |
8 |
80 |
2 |
20 |
|
|
Bermanfaat |
Tidak Bermanfaat |
||
|
|
F |
% |
F |
% |
4. |
Apakah pembelajaran ini bermanfaat bagi kamu ? |
10 |
100 |
0 |
0 |
|
|
Baru |
Tidak Baru |
||
|
|
F |
% |
F |
% |
5. |
Apakah pembelajran ini baru bagi kamu? |
10 |
100 |
0 |
0 |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
|
F |
% |
F |
% |
6. |
Apakah kamu menginginkan pokok bahasan yang lain menggunakan Media Gambar? |
9 |
90 |
1 |
10 |
Keterangan :
F =Frekuensi respons siswa terhadap pembelajaran
Menggunakan Media Gambar
N=Jumlah: 10 orang
-
-
- Aktifitas Guru
-
Data hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar ditunjukan pada tabel 4, bahwa pengelolaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar dalam materi Ketentuan-ketentuan Shalat pada siklus I sebesar 2.93 yang berarti termasuk kategori baik. Data dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Data Hasil Ulangan Harian menggunakan Media Gambar
No. |
Aspek yang diamati |
Skor pengamatan |
|
RPP I |
Keterangan |
||
1. 2. 3. 4. |
Pesiapan Pelaksanaan Pengelolaan Kelas Suasana Kelas |
3,0 2,5 2,5 3,0 |
Baik Baik Baik Baik |
Rata – Rata |
2,75 |
Baik |
Keterangan :
0 - 1,49 = kurang baik
1,5 - 2,49 = Cukup
2,5 - 3,49 = Baik
3,5 - 4,0 = Sangat Baik
-
- Refleksi
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar. Oleh karena itu refleksi yang dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat.
Pada siklus 1 terdapat kekurangan pemahaman siswa pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Menurut pengamat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian LKS sehingga ada bagian tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, siswa banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekelompoknya. Ketiga, diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.
Dari temuan kekurangan tersebut maka peneliti membuat strategi baru untuk mengurangi penyebab kekuangan pemahaman siswa tersebut di atas, selanjutnyaakan diterapkan pada siklus II. Untuk masalah yang pertama peneliti menugaskan tiga orang siswa pada setiap kelompok untuk menulis hasil kegiatan agar semua LKS terisi semua. Dengan cara demikian maka data yang terkumpul menjadi lengkap sehingga siswa lebih memahami materi pengelompokan baru, agar mengurangi siswa yang saling bermain dengan temannya. Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memberikan penjelasan lebih detail tentang Materi Ketentuan-ketentuan Shalat khususnya untuk pertanyaan yang sulit atau tidak mampu dijawab oleh kelompok dalam diskusi. Disamping itu untuk masalah yang ketiga ini penjelasannya dibantu oleh pengamat.
3. Deskripsi data siklus II
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Metode Pembelajaran Tipe Media Gambar dengan memperbaiki kekurangan pada siklus I pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa. Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar.Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada hari Senin 11 Oktober 2016 dari pukul 07.00 s.d 08.10 WIB.Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti adalah 40 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.
Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan mengecek kehadiran siswa, (2) melakukan icebreaking berupa menyanyi, (3)menggali pengetahuan siswa dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan selanjutnya. Kegiatan icebreaking yang dilakukan guru.
Melalui kegiatan inti mendesain kegiatan agar siswa dapat mengalami proses menemukan, menamai dan mempresentasikan. Untuk dapat menemukan berkaitan dengan Media Gambar, pertama-tama guru membagi siswa dalam 4 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 2-3 orang siswa.
Guru menjelaskan terlebih dahulu tentang tugas siswa, sebelum penugasan dilakukan sehingga siswa tidak menjadi bingung. Selain itu, selama diskusi berlangsung guru berkeliling kelompok untuk mengawasi siswa bekerja sambil sesekali mengomentari hasil kerja siswa.Perwakilan setiap kelompok kemudian membacakan hasil diskusi kelompok. Siswa dari kelompok lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban kelompok yang sedang presentasi. Jika terdapat kekeliruan, guru terlebih dahulu meminta sesama siswa yang melakukan perbaikan.Siswa yang hasil temuan kelompok yang benar dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan pujian dari guru sedangkan siswa yang belum melakukan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.
Kegiatan akhir siklus II antara lain: (1)melakukan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan strategi Media Gambar, (2) siswa melakukan kilas balik tentang pembelajaran yang baru dilakukan dan (3)siswa dan guru merayakan keberhasilan belajar dengan bertepuk tangan gembira.
-
-
-
-
- Observasi
-
-
-
- Hasil Belajar Siswa
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot ada peningkatan dalam Kegiatan Pembelajaran pada siklus II setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif menggunakan Media Gambar. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Pembelajaran meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses Kegiatan Pembelajaran berlangsung.
Partisipasi siswa Kelas IV SDN 3 Bentot dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar dengan jumlah 10 siswa, terdapat 9 siswa atau 90% yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 1 Siswa atau 10% yang tidak tuntas dan nilai rata-rata sebesar 77,5. Data dapat dilihat pada tabel 5 dibawah ini.
Tabel.5 Hasil ulangan harian pada siklus II
No. |
Nama Siswa |
|||
Ketentuan Shalat |
||||
Siklus II |
Tuntas |
Tidak Tuntas |
||
1 |
Fathul Jannah |
90 |
V |
|
2 |
Nadia |
70 |
V |
|
3 |
Nia Rahmadani |
70 |
V |
|
4 |
Norsarihat |
60 |
|
V |
5 |
Norlaila |
80 |
V |
|
6 |
Tiara Norfitasari |
80 |
V |
|
7 |
Taufik Norhidayat |
85 |
V |
|
8 |
Rian Hidayat |
70 |
V |
|
9 |
Hatnawati |
80 |
V |
|
10 |
Dimas Adi Baskoro |
90 |
V |
|
|
Jumlah |
775 |
|
|
|
Rata-rata |
77,5 |
|
|
|
Ketuntasan klasikal |
90% |
|
|
Keterangan :
F =Frekuensi respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe
Media Gambar
N = Jumlah: 10 orang
- Aktifitas Guru
Data hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar ditunjukan pada tabel 4, bahwa pengelolaan pembelajaran dengan penerapan Media Gambar dalam materi pelajaran Ketentuan-ketentuan Shalat pada siklus I sebesar 2.93 yang berarti termasuk kategori baik. Data dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6. Data Peniliaian pengelohan pembelajaran menggunakan
Media Gambar
No. |
Aspek yang diamati |
Skor pengamatan |
|
RPP II |
Keterangan |
||
1. 2. 3. 4. |
Pesiapan Pelaksanaan Pengelolaan Kelas Suasana Kelas |
3,25 2,75 2,75 3,0 |
Baik Baik Baik Baik |
Rata – Rata |
3,125 |
Baik |
Keterangan :
0 - 1,49 = kurang baik
1,5 - 2,49 = Cukup
2,5 - 3,49 = Baik
3,5 - 4,0 = Sangat Baik
- Refleksi
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat dengan menerapkan model pembelajaran menggunakan Media Gambar. Oleh karena itu refleksi yang dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada materi Materi Ketentuan-ketentuan Shalat.
Pada siklus 1 terdapat kekurangan pemahaman siswa pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Menurut pengamat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian LKS sehingga ada bagian tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, siswa banyak melakukan hal – hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekolompoknya. Ketiga, diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.
Dari temuan kekurangan tersebut maka peneliti membuat strategi baru untuk mengurangi penyebab kekuangan pemahaman siswa tersebut di atas, selanjutnya akan diterapkan pada siklus II. Untuk masalah yang pertama peneliti menugaskan tiga orang siswa pada setiap kelompok untuk menulis hasil kegiatan agar semua LKS terisi semua. Dengan cara demikian maka data yang terkumpul menjadi lengkap sehingga siswa lebih memahami materi pengelompokan baru, agar mengurangi siswa yang saling bermain dengan temannya. Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memberikan penjelasan lebih detail tentang materi Ketentuan-ketentuan Shalat khususnya untuk pertanyaan yang sulit atau tidak mampu dijawab oleh kelompok dalam diskusi.Disamping itu untuk masalah yang ketiga ini penjelasannya dibantu oleh pengamat.
B. Pembahasan
1. Hasil Belajar
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar evaluasi kondisi awal siswa Kelas IV SDN 3 Bentot untuk Materi Ketentuan-ketentuan Shalat dengan model pembellajaran mengunakan Media Gambar diperoleh nilai rata – rata kondisi awal sebesar 62,0 dengan nilai tertinggi adalah 75 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 50 terdapat 2 orang dengan ketentusan belajar 50,0% dan yang tidak tuntas 50,0%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa Kelas IV SDN 3 Bentot pada siklus 1 untuk Materi Ketentuan-ketentuan Shalat dengan model pembelajaran, Media Gambar diperoleh nilai rata – rata siklus 1 sebesar 70,0 dengan nilai tertinggi adalah 85 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 50 terdapat 1 orang dengan ketentusan belajar 70,0% dan yang tidak tuntas 30,0%.
Sedangkan pada siklus II untuk materi Materi Ketentuan-ketentuan Shalat diperoleh nilai rata – rata siklus II sebesar 77,5 dengan nilai tertinggi adalah 90 terdapat 2 orang dan nilai terendah adalah 60 terdapat 1 orang dengan ketuntasan belajar 90,0% dan yang tidak tuntas 10,0%.
Siswa yang tidak tuntas baik pada siklus I maupun pada siklus II adalah siswa yang sama, ini disebabkan siswa tersebut pada dasarnya tidak ada niat untuk belajar dan sering tidak masuk sekolah. Berdasarkan data hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa Kelas IV SDN 3 Bentot tahun pelajaran 2016/2017 menunjukan peningkatan hasil belajar siswa pada materi yang sama yaitu Ketentuan-ketentuan Shalat. Hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II menunjukan peningkatan hasil belajar siswa pada materi yang sama yaitu Ketentuan-ketentuan Shalat. Hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II Sudah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar.
2. Aktivitas Siswa
Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang menerapkan Media Gambar pada materi Ketentuan-ketentuan Shalat menurut penilaian pengamat termasuk kategori baik semua aspek aktivitas siswa. Adapun aktivitas siswa yang dinilai oleh pengamat adalah aspek aktivitas siswa: mendengar dan memperhatikan penjelasan guru, kerja sama dalam kelommpok, bekerja dengan menggunakan alat peraga, keaktifan siswa dalam diskusi, memperesentasikan hasil diskusi, menyimpulkan materi, dan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dari guru.
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan aktivitas siswa yang paling dominan dilakukan yaitu bekerja sama mengerjakan LKS dan berdiskusi. Hal ini menunjukan bahwa siswa saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat santoso (dalam anam, 2000:40) yang menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif mendorong siswa dalam kelompok belajar, bekerja dan bertanggung jawab dengan sungguh–sungguh sampai selesainya tugas– tugas individu dan kelompok.
3. Pengelolaan Pembelajaran Kooperatif Tipe Media Gambar
Kemampuan guru dalam pengelolaan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar menurut hasil penilaian pengamat termasuk kategori baik untuk semua aspek. Berarti secara keseluruhan guru telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola Media Gambar pada Materi Ketentuan-ketentuan Shalat. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibrahim (2000), bahwa guru berperan penting dalam mengelola kegiatan mengajar, yang berarti guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang suatu kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga minat dan motivasi siswa dalam belajar dapat ditingkatkan. Pendapat lain yang mendukung adalah piter (dalam Nur dan Wikandari 1998). Kemampuan seorang guru sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.
4.Respons siswa Terhadap pembelajaran menggunakan Media Gambar
Berdasarkan hasil angket respons siswa terhadap model pembelajran kooperatif tipe Media Gambar yang diterapkan oleh peneliti menunjukan bahwa siswa merasa senang terhadap materi pelajaran. LKS, suasana belajar dan cara penyajian materi oleh guru. Menurut siswa, dengan model pembelajaran kooperatif tipe Media Gambar mereka lebih mudah memahami materi pelajaran interaksi antara guru dengan siswa dan interaksi antar siswa tercipta semakin baik dengan adanya diskusi, sedangkan ketidak senangan siswa teerhadap model pembelajran kooperatif tipe Media Gambar disebabkan suasana belajar dikelas yang agak ribut.
Seluruh siswa (100%) berpendapat baru mengikuti pembelajran dengan Media Gambar. Siswa merasa senang apalagi pokok bahasan selanjutnya menggunakan Media Gambar, dan siswa merasa bahwa model pembelajaran kooperatif menggunakan Media Gambar bermanfaat bagi mereka, karena mereka dapat saling bertukar pikiran dan materi pelajaraan yang didapat mudah diingat. Hal ini sesuai dengan pendapat rejeki (2000) yang mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan tindakan pemecahan yang dilakukan karena dapat meningkatkan kemajuan belajar sikap siswa yang lebih positif, menambah motivasi dan percaya diri serta menambah rasa senang siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran kooperatiftipe Media Gambar, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Penggunaan Media Gambar dapat meningkatkan hasil belajar Materi Ketentuan-ketentuan Shalat Siswa Kelas IV SDN 3 Bentot.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti dapat memberikan saran–saran, yaitu:
- Kepada guru PAI yang mengalami kesulitan yang dapat menerapkan Media Gambar sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar kelas.
- Kepada guru–guru yang ingin menerapkan Media Gambar disarankan untuk membikin Media gambar yang lebih menarik dan bervariasi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 1997.Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara
Depdiknas. 2003.UU RI No.20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional.
Jakarta: Depdiknas
--------------. 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas
--------------.2005. PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Jakarta: Depdiknas
-------------. 2007. Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.
Jakarta: Depdiknas
-------------. 1999. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Depdikbud
Ibrahim, M. 2005. Pembelajaran Kooperatif. UNESA: University Press.
Hulu, yuprieli. Dkk. 2011. Suluh siswa 1: Berkarya dalam Kristus. Jakarta: BPK
Gunung Mulia.
Kemdiknas.2011.Membimbing Guru dalam Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Kemdiknas
-------------. 2011. Paikem Pembelajaran Aktif Inovatif
Kreatif Efektif dan Menyenangkan. Jakarta: Kemdiknas
Ngalim, Purwanto. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:PT
Remaja Rosda Karya
Ngalim, Purwanto. 2003. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
Bandung:PT Remaja Rosda Karya
Sudjana, Nana. 2012. Tujuan Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Suyatno. 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe MEDIA GAMBAR. Surakarta: Tiga
Serangkai